Skripsi
ANALISIS KETERLAMBATAN MOORING KAPAL VERY LARGE CRUDE CAARRIER (VLCC) DI SINGLE BUOY MOORING (SBM) PERTAMINA RU IV CILACAP MENGGUNAKAN METODE FISHBONE DAN SWOT
XMLHafidh Afrialafif, “Analisis Keterlambatan Mooring Kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Di Single Bouy Mooring (SBM) Pertamina RU IV Cilacap Menggunakan Metode Fishbone Dan Swot”. Program Diploma IV Program Studi Manajemen Pelabuhan dan Logistik maritim.
Proses mooring kapal di area terminal Single Bouy Mooring Pertamina RU IV Cilacap sering terjadi keterlambatan mooring kapal karena adanya beberapa faktor yang menghambat pada saat proses mooring. Dengan adanya keterlambatan mooring kapal tersebut akan mengakibatkan adanya Demurrage sehingga penulis tertarik mengadakan penelitian analisis faktor-faktor penyebab proses mooring tidak optimal dengan menggunakan dua metode fishbone analysis sebagai pemetaan masalah dan metode Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) sebagai strategi pemecahan masalah.
Penggunaan metode fishbone analysis untuk memetakan faktor-faktor penyebab keterlambatan dibagi menjadi 6 bagian yaitu mesin, metode, material, manusia, lingkungan dan pengukuran. Setelah dibagi menjadi 6 bagian dibedakan berdasarkan penyebabnya faktor dari dalam atau faktor dari luar menggunakan IFAS dan EFAS, kemudian penggunaan metode Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) untuk menggabungkan hasil tersebut agar didapatkan strategi yang tepat untuk mengatasi keterlambatan mooring kapal VLCC di Pertamina RU IV Cilacap.
Hasil dari penelitian dengan menggunakan metode Fishbone analysis dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab keterlambatan mooring kapal Very Large Crude Carrier di Pertamina RU IV Cilacap adalah kerusakan mesin kapal
kepil/mooring boat, kerusakan mesin kapal tug boat, terganggunya komunikasi karena terbatasnya jangkauan radio, Managemen waktu yang kurang baik yang dilakukan oleh crew kapal kepil / mooring boat, Kerusakan sarana mooring hawser dikarenakan sudah tidak layak pakai dan harus menunggu pengadaan yang cukup lama, Kurangnya pengalaman Mooring Master dalam proses pemanduan kapal di Single Bouy Mooring Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Lamanya proses approval dokumen izin bongkar kapal dari instansi Bea Cukai, Cuaca yang buruk mengakibatkan proses mooring operation harus terlambat, Penentuan posisi berlabuh yang terlalu jauh dari Single Bouy Mooring sehingga mengakibatkan lamanya proses manufer mooring operation. Hasil penentuan strategi yang tepat untuk mengatasi keterlambatan mooring kapal Very Large Crude Carrier di SBM Pertamina Refinery Unit IV Cilacap berdasarkan pendekatan analisis SWOT didapati stategi WT (Weakness Threat) yaitu usaha mengatasi keterlambatan yang dapat dilakukan adalah dengan cara menghindari, mengurangi dan menangani faktor-faktor yang dapat menjadi kelemahan dan ancaman sedini mungkin.
Kata Kunci : Keterlambatan, Mooring, Single Buoy Mooring, VLCC (Very Large Crude Carrier)
Detail Information
| Item Type |
Skripsi
|
|---|---|
| Penulis |
HAFIDH AFRIALAFIF - Personal Name
|
| Student ID |
22.58.3044
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI |
92304
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
D IV MPLM
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Politeknik Bumi Akpelni : Semarang., 2026 |
| Subyek | |
| No Panggil | |
| Copyright |
Politeknik Bumi Akpelni
|
| Doi |








